Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 3.2
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN
MODUL 3.2
“Pemimpin Dalam Pengelolaan Sumber Daya"
NAWIR,
S.Pd
CGP Ang. 9 Kabupaten Mamasa
SDN 005 Mambi
Assalamualaikum Wr, Wb.
Salam dan bahagia bapak ibu guru hebat, perkenalkan saya Nawir,
dari SDN 005 Mambi. Saya tergabung pada CGP Ang. 9 Kabupaten Mamasa Provinsi
Sulawesi Barat. Setelah mengikuti pembelajaran pada modul 3.2 tentang Pemimpin
Dalam Pengelolaan Sumber Daya, saya sebagai peserta Calon Guru Penggerak
Angkatan 9 Kabupaten Mamasa ingin membagikan pengalaman saya selama 2 minggu
ini.
Disini saya akan menyampaikan refleksi dengan menggunakan
model 4F atau 4P yaitu Facs (Peristiwa), Filing (Perasaan), Findings
(Pembeajaran) dan Future (Penerapan)
1. Facts (Peristiwa)
Modul 3.2 dengan materi pemimpin dalam pengelolaan sumber
daya. Perjalanan mempelajari modul 3.2 merupakan kelanjutan dari modul
sebelumnya yaitu modul 3.1. Pada modul sebelumnya Pembelajaran menggunakan alur
MERDEKA (Mulai dari diri sendiri, Eksplorasi konsep, Ruang kolaborasi,
Demonstrasi kontekstual, Elaborasi pemahaman, Koneksi antar materi, dan Aksi
nyata).
Pada kegiatan pertama adalah "mulai dari diri".
Pada kegiatan ini, CGP diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan yang
bertujuan untuk mengaktifkan ulang pengetahuan awal Anda tentang ekosistem
sekolah dan peran pemimpin dalam pengelolaan sumber daya sekolah.
Kemudian memasuki alur kedua yaitu eksplorasi konsep, pada
alur eksplorasi konsep calon guru penggerak belajar secara mandiri melalui
materi-materi yang disajikan dalam forum LMS, calon guru penggerak juga diminta
untuk mendalami materi pemimpin dalam pengelolaan sumber daya. Disini kami
mempelajari sekolah sebagai ekosistem, Pendekatan berbasis kekurangan dan
pendekatan berbasis kekuatan/aset, pendekatan ABCD (Asset Based Community
Development), karakteristik komunitas yang sehat dan komunitas, pengalaman
rapat dan mendiskusikan murid. Disini juga kami mempelajari kasus 1 dan kasus 2
tentang kegiatan rapat guru membahas perpisahan siswa yang lulus sekolah di
sebuah sekolah dasar. Kami diajak untuk melakukan analisa mengenai suasana
rapat tersebut.
Kemudian kami Memasuki alur ketiga yaitu ruang kolaborasi.
Fasilitator kami yaitu Bpk Makmur, SE, M.Pd membagi beberapa kelompok dan saya bersama 3
rekan saya yaitu Ibu Sirnawati, Pak Malsuder, dan Pak Seprianus tergabung dalam
kelompok 2.
Selanjutnya kami melakukan kegiatan Vicon di aplikasi Gmeet
dengan melakukan diskusi kelompok. Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi. Pada
sesi pertama dilakukan pada tanggal 19 Pebruari 2024, Ruang Kolaborasi pertama
kami melakukan diskusi untuk membahas kekuatan/aset sumber daya yang dimiliki
di sekolah daerah kami. Pada Ruang kolaborasi kedua yang dilaksanakan pada
tanggal 20 Pebruari 2024 kami melakukan diskusi kelompok dengan
mempresentasikan hasil tugas kelompok kami. Selanjutnya hasil tugas kelompok
kami unggah di LMS sebagai tugas Ruang Kolaborasi.
Alur yang keempat yaitu demontrasi kontekstual kami
ditugaskan untuk menganalisis video di LMS tentang visi dan prakarsa perubahan,
mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan masing-masing
tahapan BAGJA, mengidentifikasi peran pemimpin pembelajaran, dan menganalisis
modal utama yang dapat dimanfaatkan. Tugas ini harus kami unggah di LMS dan
berakhir pada tanggal 23 Pebruari 2024 dalam bentuk tulisan ataupun video.
Alur yang kelima adalah Eloborasi pemahaman yang diawali
dengan membuat pertanyaan. Selanjutnya kami seluruh CGP dari Sulawesi Barat
mengiktui Vicon Elaborasi Pemahaman bersama instruktur yang memberikan materi
pemimpin dalam pengelolaan sumber daya dengan ice breaking, diskusi, tanya
jawab, dan penugasan.
Dan yang terakhir yaitu alur yang keenam adalah koneksi
antar materi mengaitkan materi pemimpin dalam pengelolaan sumber daya dengan
materi yang telah didapatkan pada modul sebelumnya. Alur terakhir dari alur
merdeka adalah aksi nyata.
Pada aksi nyata ini calon guru penggerak diminta untuk
melakukan aksi nyata dengan mengidentifikasikan sumber daya sebagai
aset/kekuatan yang dimiliki sekolah. Identifikasi sumber daya sekolah dilakukan
secara kolaboratif agar semua warga sekolah dapat bersama-sama mengetahui dan
memanfaatkannya untuk peningkatan kualitas pendidikan. Hasil dan proses
pemetaan secara kolaboratif dapat dilaporkan dalam bentuk yang sesuai dengan
kreativitas CGP, misalnya berupa foto atau video, dan lainnya. Dokumentasi dari
proses ini akan dinilai pada kunjungan pendampingan individu ke-6.
2. Feelings (Perasaan)
Perasaan sebelum mempelajari modul 3.2 ini saya berpikir
kekurangan dan masalah yang ada di kelas dan di sekolah dan saya berpikir bahwa
aset yang ada di sekolah hanya berupa sarana dan prasana terutama potensi
murid yang kurang pengelolaan sebagai sumber daya sekolah.
Setelah mempelajari Modul 3.2 ini ternyata terdapat 7 aset
sebagai kekuatan utama dalam peningkatan mutu pendidikan sekolah dan
pembelajaran di kelas dengan melakukan pendekatan berbasis aset sebagai sumber
daya untuk mencapai visi dan misi sekolah dan nasional. Saya sangat senang dan
bersyukur dapat mempelajari sumber daya di sekolah sebagai aset/kekuatan
sehingga menambah pemahaman saya dalam mengelolanya sehingga bermanfaat dalam
pembelajaran di kelas dan di sekolah.
3. Findings (Pembelajaran)
Pembelajaran yang saya peroleh dalam modul ini yaitu kami
diajak untuk mengingat dan menulis tentang ekosistem sekolah dan peran pemimpin
dalam pengelolaan sumber daya sekolah. Sekolah sebagai sebuah ekosistem terdiri
dari faktor biotik yaitu kepala sekolah, pengawas, guru, tenaga kependidikan,
murid, orang tua, komite, masyarakat, dan dinas terkait. Sedangkan faktor
abioti terdiri atas keuangan, gedung/sarana dan lingkungan alam. Dalam
pengelolaan sumber daya dapat dilakukan dengan 2 pendekatan, yaitu pendekatan
berbasis kekurangan (Defisit Based Approach) dan pendekatan berbasis
aset/kekuatan (Asset Based Approach).
Selain itu pengelolaan sumber daya yang ada di sekolahnya
juga dapat menggunakan pendekatan Pengembangan Komunitas berbasis Aset
(Asset-Based Community Development/ABCD). Karakter komunitas yang sehat yaitu:
memperaktikkan dialog, menumbuhkan komitmen, membangun koneksi, mengenal
dirinya sendiri, membentuk masa depan, bertindak dengan obsesi ide dan peluang,
merangkul perubahan dan bertanggung jawab, dan menghasilkan kepemimpinan. Aset
aset dalam sekolah/komunitas, terdiri dari 7 macam, yaitu : modal manusia,
modal sosial, modal politik, modal agama dan budaya, modal fisik, modal
lingkungan/alam, dan modal finansial.
4. Future (Penerapan)
Rencana kedepannya dalam penerapan di kelas dan di sekolah
bahwa sebagai pemimpin saya harus mengelola 7 aset utama sebagai kekuatan dalam
meningkatan mutu pendidikan sekolah dengan menggunakan pendekatan berbasis
kekuatan/aset dan pendekatan berbasis kekurangan. Saya memandang guru sebagai
aset manusia yang utama dalam melaksanakan pembelajaran harus berinovasi dan
memperkaya diri dalam mengelola sumber daya di kelas dan di sekolah agar
tercipta pendidikan yang berpihak pada murid.
Menuntun segala kodrat yang ada pada anak, memberdayakan
nilai dan peran guru, membuat visi perubahan, menciptakan budaya positif,
menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dan sosial emosional agar pengambilan
keputusan tepat, melakukan coach dan supervise akademik, pengambilan keputusan
yang berbasis nilai kebajikan dapat dilakukan jika pengelolaan sumber daya
dapat dijalankan dengan sungguh-sungguh.
Komentar
Posting Komentar