Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.2
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN
MODUL 1.2
“Nilai dan Peran Guru
Penggerak”
Nama : NAWIR,
S.Pd
Calon Guru Penggerak Angkatan 9 Kabupaten
Mamasa.
Asal Sekolah SDN 005 Mambi
Assalamualaikum wr.wb.
Jurnal refleksi
dipandang sebagai salah satu elemen kunci pengembangan keprofesian karena dapat
mendorong guru untuk mengaitkan teori dan praktik, serta menumbuhkan
keterampilan dalam mengevaluasi sebuah topik secara kritis (Bain dkk, 1999).
Menuliskan jurnal refleksi secara rutin akan memberikan ruang bagi seorang
praktisi untuk mengambil jeda dan merenungi apakah praktik yang dijalankannya
sudah sesuai, sehingga ia dapat memikirkan langkah berikutnya untuk
meningkatkan praktik yang sudah berlangsung (Driscoll & Teh, 2001). Jurnal
ini juga dapat menjadi sarana untuk menyadari emosi dan reaksi diri yang
terjadi sepanjang pembelajaran (Denton, 2018), sehingga kita semakin mengenali
diri sendiri.
Model refleksi yang
saya gunakan adalah Segitiga Refleksi
Gambar model 7 segitiga refleksi
1. setelah mempelajari modul 1.2
ini saya akhirnya memahami dan lebih mengetahui tentang Nilai dan Peran
Guru Penggerak
Nilai-nilai Guru Penggerak
Rokeach (dalam Abdul H., 2015),
menyatakan bahwa nilai merupakan keyakinan sebagai standar yang mengarahkan
perbuatan dan tolok ukur pengambilan keputusan terhadap objek atau situasi yang
sifatnya sangat spesifik. Kehadiran nilai-nilai positif dalam diri seseorang
akan membantu mereka mengambil posisi ketika berhadapan dengan situasi atau
masalah, sebagai bahan evaluasi ketika membuat keputusan dalam kehidupan
sehari-hari.
Sebagai Guru Penggerak kita
diharapkan untuk dapat memimpin dan mengelola perubahan. Sebagai pemimpin
perubahan, Guru Penggerak diharapkan mulai berlatih dan mengadopsi kebiasaan
“berpikir sistem” sebagai pendekatan holistik yang berfokus pada bagaimana
bagian-bagian penyusun sebuah ekosistem pendidikan. Guru Penggerak juga akan
mengadopsi mentalitas “berpikir berbasis aset” yang mengapresiasi dan
memanfaatkan kekuatan atau sumberdaya yang telah dimiliki beranjak dari keadaan
diri yang kurang berkesadaran menuju ke diri yang berkesadaran penuh dengan
lima keterampilan sosial-emosional (kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran
sosial, keterampilan relasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab
dan beretika) yang memungkinkan bertumbuhnya pola pikir. Adapun nilai-nilai
guru penggerak yaitu :
(1) berpihak pada murid
Nilai Berpihak pada murid
merupakan salah satu filosofi utama dari Ki Hadjar Dewantara. Nilai ini
mensyaratkan Guru Penggerak untuk selalu bergerak dengan mengutamakan
kepentingan murid. Segala keputusan yang diambil oleh seorang Guru Penggerak
harus didasari oleh semangat untuk memberdayakan dirinya serta memanfaatkan
aset/kekuatan yang ada untuk menyediakan suasana belajar dan proses
pembelajaran yang positif serta berkualitas bagi muridnya.
(2) mandiri
Nilai Mandiri ini, secara
sederhana menggambarkan semangat Guru Penggerak untuk terus belajar sepanjang
hayat. Ini juga berarti seorang Guru Penggerak harus senantiasa memampukan
dirinya sendiri dalam melakukan aksi serta berkenan mengambil tanggung jawab
dan turun tangan untuk memulai perubahan. Guru Penggerak yang mandiri memiliki
daya lenting dan terpacu untuk memperhatikan kualitas kinerja dan hasil kerja.
(3) reflektif
Nilai Reflektif adalah
model mental yang diharapkan menubuh pada Guru Penggerak dimana mereka
senantiasa memaknai pengalaman yang terjadi di sekelilingnya, baik yang terjadi
pada diri sendiri maupun pihak lain secara positif-apresiatif-produktif. Dengan
mengamalkan nilai reflektif, Guru Penggerak memanfaatkan pengalaman-pengalaman
tersebut sebagai pembelajaran untuk menuntun dirinya, murid, dan sesama dalam
menangkap pembelajaran positif. Refleksi yang baik dapat membantu mengubah
pengalaman menjadi proses pembelajaran yang memberdayakan baik individu maupun
kelompok dalam meningkatkan dan mengungkap potensi mereka. Sehingga refleksi
harus menjadi kebutuhan
(4) kolaboratif
Nilai Kolaboratif berarti seorang
Guru Penggerak mampu senantiasa membangun daya sanding bagaimana memperhatikan
pentingnya kesalingtergantungan yang positif terhadap seluruh pihak pemangku
kepentingan yang berada di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah, orang tua
murid dan komunitas terkait, dalam mencapai tujuan pembelajaran untuk
mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.
(5) inovatif
Makna dari nilai Inovatif adalah
seorang Guru Penggerak mampu senantiasa memunculkan gagasan segar dan tepat
guna. nilai inovatif ini juga mengisyaratkan penguatan semangat ko-kreasi
(gotong-royong) dan pemberdayaan aset/kekuatan yang ada di sekolah untuk mewujudkan
visi bersama. Guru Penggerak yang mempunyai nilai inovatif juga pantang
menyerah (daya lenting) serta jeli melihat peluang/potensi yang ada di
sekitarnya untuk mendukung dan meningkatkan kualitas pembelajaran murid.
Peran Guru Penggerak
Guru Penggerak diharapkan dapat
memainkan peran-peran memimpin perubahan dalam ekosistem pendidikannya
masing-masing. Kepemimpinan seorang Guru tentunya akan lebih maksimal jika
memiliki keterampilan ataupun kompetensi yang sesuai dengan tujuan pendidikan
yang diharapkan. kompetensi-kompetensi yang perlu dimiliki oleh seorang
pemimpin di lingkungan sekolah, yaitu: mengembangkan diri dan orang lain,
memimpin pembelajaran, memimpin manajemen sekolah, serta memimpin pengembangan
sekolah. Guru Penggerak juga berfokus sebagai pemimpin yang menggerakkan diri,
sesama, serta lingkungan-masyarakat untuk mewujudkan sekolah yang berpihak pada
murid. Terdapat 5 peran Guru Penggerak yaitu :
1. Menjadi Pemimpin
Pembelajaran
Menjadi pemimpin pembelajaran
berarti menjadi pemimpin yang menaruh perhatian penuh secara sengaja pada
komponen pembelajaran, seperti kurikulum (intra, ekstra, dan ko -kurikuler),
proses belajar-mengajar, refleksi dan asesmen yang otentik dan efektif,
pengembangan guru, pemberdayaan dan pelibatan komunitas yang kesemuanya
mendorong terwujudnya wellbeing dalam ekosistem pendidikan di sekolah.
2. Menjadi Coach Bagi Guru
Lain
Dalam menjalankan peran menjadi
coach bagi guru lain, terutama yang terkait dengan peningkatan kualitas
pembelajaran bagi murid di sekolah, Guru Penggerak dituntut untuk berdaya dalam
menemani dan menuntun rekan sejawatnya itu untuk menelaah proses belajar mereka
sendiri. Hal ini sekaligus mengisyaratkan bahwa selain belajar keterampilan
coaching, Guru Penggerak juga harus memberdayakan dirinya melalui refleksi atas
hasil pengalaman praktik-praktik profesionalnya sendiri.
3. Mendorong kolaborasi
kolaborasi berarti bekerja
bersama untuk mencapai suatu tujuan atau menghasilkan sesuatu. Di sana tersirat
makna bahwa setiap pihak yang terlibat memiliki kekuatan yang saat dipersatukan
menjadi saling melengkapi dan produktif. Guru Penggerak harus punya pandangan
apresiatif yang memungkinkan pengungkapan potensi positif rekan yang lain. Kita
membuka lebih banyak ruang dialog positif antar guru, antara guru dan pemangku
kepentingan baik di dalam maupun di luar sekolah demi meningkatkan kualitas
pembelajaran bagi murid.
4. Mewujudkan Kepemimpinan Murid
(Student Agency)
Guru Penggerak diharapkan
mengambil peran untuk mewujudkan kepemimpinan murid. Untuk itu, kita
perlu memahami bagaimana meramu pengalaman belajar sedemikian rupa
sehingga murid merasa kompeten, mandiri, dicintai, dan memiliki kepercayaan
diri serta determinasi untuk mencapai segala yang mereka impikan.
5. Menggerakkan Komunitas
Praktisi
Guru Penggerak diharapkan dapat
mengambil peran untuk menggerakkan komunitas praktisi di sekolah dan di
wilayahnya. Agar komunitas praktisi dapat berjalan secara berkesinambungan,
Guru Penggerak pun perlu menumbuhkan budaya belajar kolaboratif atau komunitas
belajar profesional bersama para rekan guru di sekolah maupun wilayahnya.
Kerangka kerja Lesson Study: Merencanakan (Plan), Mengerjakan (Do), Melihat
kembali (See) adalah satu dari banyak contoh kerangka kerja kolaboratif yang
dapat digunakan untuk menggerakkan sebuah komunitas belajar profesional dan
menghasilkan praktik-praktik baik.
2. Setelah mempelajari modul ini
target saya adalah menerapkan Nilai dan Peran Guru Penggerak di komunitas
pendidikan saya, bersama kepala sekolah(pimpinan), rekan guru, murid, orang tua
murid dan masyarakat lingkungan sekitar dalam mewujudkan Profil Pelajar
Pancasila,. dan meningkatkan mutu sekolah dengan berpedoman pada 4 kompetensi
guru penggerak yaitu mengembangkan diri dan orang lain, memimpin pembelajaran,
memimpin manajemen sekolah, serta memimpin pengembangan sekolah.
3. Perasaan saya setelah
mempelajari modul 1.2 tentan Nilai dan Peran Guru Penggerak saya merasa senang
dan bahagia bisa mengetahui peran saya sebagai guru penggerak agar dapat
bertindak menciptakan sebuah perubahan yang berlandaskan pada nilai-nilai.
4. Setelah mepelajari modil ini
saya akhirnya mampu mengaktualkan potensi menjadi seorang pemimpin pembelajaran
di kelas sebagai pendidik maupun bersama rekan sejawat menjadi
pelatih, berkolaborasi, untuk mewujudkan kepemimpinan murid dan mampu
menggerakkan komunitas praktisi dengan tetap menjunjung nilai-nilai
keberpihakan pada murid, mandiri, reflektif, kolaboratif dan inovatif.
sekian dan terima kasih
#tergerak
#bergerak
#menggerakkan

Komentar
Posting Komentar